Category: Marketing

  • Manfaat Website untuk Bisnis di Tengah Persaingan Online

    Manfaat Website untuk Bisnis di Tengah Persaingan Online

    Berjuang.com | Persaingan bisnis saat ini sudah sangat jauh berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, Jika dulu kita cukup mengandalkan toko fisik atau promosi dari mulut ke mulut, sedangkan sekarang sebagian besar calon pelanggan justu mencari infomasi melalui internet dahulu.

    Mereka ingin tahu siapa kita, dan apa yang kita tawarkan, serta seberapa terpercaya bisnis kita untuk mereka.

    Peran website disini sangat penting, website bukan hanya sekedar pajangan online, tapi bisa menjadi pintu pertama calon pelanggan mengenal bisnis kita.

    Tanpa website, bisnis sering kali terlihat kurang meyakinkan, apalagi jika harus bersaing dengan kompetitor yang sudah tampil rapi dan profesional secara online.

    Memiliki website membantu bisnis tetap relevan ditengah persaingan online yang semakin ketat.

    Tidak hanya untuk dikenal, tetapi juga untuk membangun kepercayaan, menjangkau lebih banyak orang, dan membuka peluang penjualan yang lebih luas.

    Apa itu Website Bisnis?

    Website bisnis adalah halaman online yang dibuat khusus untuk mewakili sebuah usaha di internet. Isinya bisa berupa profil bisnis, informasi produk atau jasa, kontak, hingga penawaran yang sedang berjalan. Secara singkat, website adalah “rumah” bisnis kita di dunia digital.

    Melalui website, calon pelanggan bisa mengenal bisnis kita kapan saja tanpa harus datang langsung. Mereka bisa membaca layanan yang ditawarkan, melihat portofolio, memahami keunggulan bisnis kita, bahkan bisa langsung menghubungi jika tertarik.

    Tidak hanya perusahaan besar yang memiliki website bisnis. UMKM, bisnis lokal, hingga usaha rumahan pun sangat terbantu dengan kehadiran website.

    Dengan pengelolaan yang tepat, website bisa dijadikan alat promosi jangka panjang yang bekerja 24 jam tanpa henti.

    Di tengah persaingan online ini, website membantu bisnis tampil lebih profesional, mudah ditemukan di mesin pencari, dan lebih dipercaya oleh calon pelanggan dibanding bisnis yang hanya mengandalkan media sosial saja.

    Peran Webstie dalam Pesaingan Online

    Saat ini, hampir semua orang memulai pencarian dari internet, ketika seseorang membutuhkan produk atau jasa tertentu, hal pertama yang dilakukan adalah mengetik di Google.

    Bisnis yang memiliki website tentu punya peluang lebih besar untuk muncul dan dilihat oleh calon pelanggan.

    Website berperan sebagai pusat informasi yang bisa di kontrol sepenuhnya oleh pemilik bisnis.

    Berbeda dengan media sosial yang aturannya bisa berubah sewaktu-waktu, website memberi kebebasan untuk menampilkan informasi sesuai kebutuhan bisnis. Mulai dari cerita brand, keunggulan layanan, hingga testimoni pelanggan.

    Di Tengah persaingan online, website juga membantu bisns terlihat lebih serius dan profesional.

    Banyak calon pelanggan yang ragu bekerjasama dengan bisnis yang tidak memiliki website, meskipun aktif di media sosial.

    Website memberikan kesan bahwa bisnis dikelola dengan baik dan siap melayani pelanggan secara profesional.

    Singkatnya, website bukan hanya alat promosi tetapi juga senjata paling penting untuk bertahan dan bersaing di dunia digital.

    Manfaat Website untuk Bisnis di Tengah Persaingan Online

    Berikut merupakan manfaat memiliki website untuk bisnis di tengah persaingan online yang dapat kita gunakan:

    1. Meningkatkan Kredibilitas dan Kepercayaan Pelanggan

    Website bisa membuat bisnis terlihat lebih meyakinkan. Ketika calon pelanggan menemukan website yang rapi, informatif, dan mudah diakses, rasa percaya akan muncul dengan sendirinya.

    Informasi seperti profil bisnis, alamat, dan kontak yang jelas sangat membantu membangun kepercayaan.

    2. Memperluas Jangkauan Pasar

    Dengan website, bisnis tidak lagi dibatasi oleh lokasi. Produk atau jasa anda bisa dikenal oleh siapa saja, dari berbagai daerah, bahkan luar kota atau luar negri. Selama terhubung ke internet, peluang selalu terbuka.

    3. Media Promosi yanng Aktif 24 Jam

    Berbeda dengan toko fisik yang punya jam operasional, website bekerja tanpa henti. Calon pelanggan bisa mengakses informasi bisnis kapan saja, termasuk diluar jam kerja.

    Hal ini bisa membuat peluang penjualan tetap berjalan meskipun kita sedang tidak aktif.

    4. Membantu Meningkatkan Penjualan

    Website yang dirancang dengan baik dapat mengarahkan pengunjung untuk melakukan tindakan, serperti menghubungi, meminta penawaran, atau melakukan pembelian.

    5. Memudahkan Pelanggan Mendapatkan Informasi

    Website memudahkan pelanggan menemukan informasi yang mereka butuhkan tanpa harus bertanya satu per satu. Mulai dari layanan, hingga cara pemesanan bisa ditampilkan secara jelas dan lengkap.

    6. Mendukung Branding Bisnis

    Melalui website, bisnis bisa menampilkan identitas brand secara konsisten. Desain, warna, gaya, bahasa, dan pesan yang disampaikan membantu membentuk citra bisnis di mata pelanggan.

    7. Lebih Unggul Dibandingkan Kompetitor

    Di tengah persaingan online, bisnis yang memilii website cenderung lebih unggul dibanding yang tidak. Website membantu bisnis terlihat lebih siap, profesional, dan mudah diakses oleh calon pelanggan.

    8. Mendukung Strategi Digital Marketing

    Website menjadi fondasi utama untuk berbagai strategi pemasaran digital, seperti SEO, Google Ads, dan email marketing. Tanpa website, potensi digital marketing tidak bisa dimaksimalkan secara optimal.

    Contoh Bisis Yang Berkembang berkat Website

    Banyak bisnis yang awalnya berjalan biasa saja, lalu mulai berkembang setelah memilii website.

    Salah satunya adalah bisnis jasa atau UMKM lokal yang sebelumnya hanya mendandalkan promosi dari media sosial dan rekomendasi pelanggan.

    Ketika bisnis tersebut memiliki website, calon pelanggan bisa lebih mudah menemukan informasi lengkap tanpa harus bertanya lewat chat.

    Mereka bisa melayani layanan yang ditawarkan, hasil pekerjaan sebelumnya, hingga testimoni pelanggan lain. Hal ini membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat.

    Website juga membantu bisnis terlihat lebih profesional di mata klien baru, terutama untuk kerja sama jangka panjang. Tidak sedikit pelanggan yang akhirnya memilih sebuah bisnis hanya karena mereka menemukan website yang jelas, rapi dan mudah dipahami dibanding kompetitor yang informasinya terbatas.

    Dari sini bisa disimpulkan, website bukan hanya soal tampil online, tapi soal membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih besar dan berkelanjutan.

    Website vs Media Sosial, Mana Yang Lebih Penting?

    Banyak pelaku usaha bertanya, “kalau sudah punya media sosial, apakah masih perlu website?” Jawabannya, keduanya penting tapi fungsinya berbeda.

    Media sosial sangat efektif untuk membangun interaksi dan menjangkau audiens dengan cepat.

    Namun, media sosial memiliki keterbatasan. Tampilan, Jangkauan hingga aturan sepenuhnya ditentukan oleh platform tersebut.

    Jika akun kita terkena pembatasan atau perubahan algoritma, maka bisnis bisa langsung kena dampaknya.

    Sedangkan di sisi lain, website justru memberikan kontrol penuh kepada pemilik bisnis. Semua informasi penting tersusun rapi dan mudah ditemukan.

    Website juga lebih dipercaya sebagai sumber informasi resmi dibanding akun media sosial.

    Idealnya, website dan media sosial saling melengkapi. Media sosial berfungsi sebagai alat promosi dan komunikasi, sementara website menjadi pusat informasi dan konversi.

    Dengan kombinasi keduanya, bisnis bisa tampil lebih kuat dan siap bersaing di tengah persaingan online.

    Ciri Website Bisnis yang Efektif dan Profesional

    Tidak semua website otomatis memberi dampak positif bagi bisnis, Website yang efektif adalah website yang benar-benar membantu pengunjung memahami bisnis dan merasa nyaman saat mengaksesnya.

    Salah satu ciri utama website bisnis yang profesional adalah tampilannya rapi dan mudah dipahami.

    Pengunjung tidak perlu berpikir untuk menemukan informasi yang penting seperti layanan, kontak, atau profil binsis.

    Desain yang sederhana namun jelas justru lebih disukai dibandingkan tampilan yang terlalu ramai.

    Selain itu, kecepatan website juga sangat berpengaruh. Website yang lambat sering membuat pengunjung langsung menutup halaman sebelum membaca isinya.

    Di tengah persaingan online ini, bisnis tidak punya banyak waktu untuk membuat kesan pertama.

    Website yang baik juga mobile friendly, artinya nyaman diakses melalui smartphone. Mengingat sebagaian besar pengguna internet mengakses website lewat ponsel, hal ini sudah menjadi kebutuhan, bukan lagi tambahan.

    Yang tidak kalah penting, website bisnis harus memiliki konten yang relevan dan jelas. Bahasa yang digunakan sebaiknya mudah dipahami, tidak bertele-tele, dan langsung menjawab kebutuhan calon pelanggan.

    Kesalahan Umum Bisnis dalam Mengelola Website

    Banyak bisnis sebenarnya sudah memiliki website, tetapi hasilnya belum maksimal karena beberapa kesalahan yang sering tidak disadari.

    Salah satu kesalahan paling umum adalah membiarkan website tidak terurus. Informasi yang sudah lama tidak diperbarui, kontak yang tidak aktif, atau tampilan yang bisa menurunkan kepercayaan pengunjung.

    Kesalahan lain adalah fokus pada tampilan, tapi melupakan fungsi. Website terlihat menarik, tetapi sulit digunakan atau informasinya tidak jelas. Akibatnya, pengunjung bingung dan akhirnya meninggalkan website.

    Beberapa bisnis juga menganggap website cukup dibuat sekali, lalu dibiarkan begitu saja. Padahal, website perlu dikelola dan disesuaikan dengan perkembangan bisnis serte kebutuhan pelanggan.

    Tips Memanfaatkan Website untuk Bisnis

    Memiliki website saja sebenarnya belum cukup. Agar website benar-benar memberikan dampak bagi bisnis, perlu ada pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan.

    Langkah pertama adalah menyajikan informasi yang jelas dan mudah dipahami. Pastikan pengunjung langsung tahu apa yang bisnis kita tawarkan, siapa targetnya, dan bagaimana cara menghubungi bisnis kita. Hindari bahasa yang terlalu rumit dan bertele-tele.

    Selanjutnya, perbarui konten secara berkala. Konten yang relevan dan up to date tidak hanya membantu pengunjung, tetapi juga meningkatkan peluang website muncul di mesin pencari.

    Kita bisa selalu memperbarui konten seperti membuat artikel, portofolio, atau testimoni terbaru dari pelanggan yang bisa dijadikan nilai tambah.

    Optimasi website untuk mesin pencari atau SEO juga sangat penting. Dengan SEO yang baik, website memiliki peluang lebih besar ditemukan oleh calon pelanggan yang memang sedang mencari produk atau jasa kita.

    Terakhir, pastikan website memiliki call to action yang jelas, seperti tombol kontak, formulir pemesanan, atau ajakan konsultasi. Dengan ini, pengunjung bisa tau langkah apa yang harus dilakukan setelah mengunjungi website kita.

  • Kenapa Email Marketing Sering Masuk Spam? Ini Cara Menghindarinya

    Kenapa Email Marketing Sering Masuk Spam? Ini Cara Menghindarinya

    Berjuang.com | Email marketing masih menjadi salah satu strategi pemasaran digital yang efektif.

    Namun, banyak pelaku bisnis menghadapi masalah yang sama, yaitu email marketing sering masuk spam meskipun isi email sudah dibuat dengan baik.

    Masuk ke folder spam tentu merugikan. Email tidak dibaca, pesan tidak tersampaikan, dan peluang konversi pun hilang.

    Kondisi ini sering membuat pelaku bisnis merasa email marketing tidak lagi efektif, padahal masalahnya bukan pada media email, melainkan pada cara pengiriman dan penulisan email itu sendiri.

    Apa Itu Spam dan Bagaimana Cara Kerjanya

    Spam adalah email yang dianggap tidak relevan, mengganggu, atau dikirim tanpa izin penerima.

    Penyedia layanan email seperti Gmail, Yahoo, dan Outlook menggunakan sistem yang disebut spam filter untuk melindungi pengguna dari email semacam ini.

    Spam filter bekerja dengan menganalisis berbagai faktor, antara lain:

    • Reputasi pengirim (domain dan alamat email)
    • Isi email, termasuk kata-kata yang terlalu promosi
    • Subjek email dan format penulisannya
    • Interaksi penerima, seperti apakah email sering dibuka atau diabaikan
    • Cara mendapatkan daftar email, apakah melalui izin atau tidak

    Jika sistem mendeteksi pola yang mencurigakan, email akan langsung diarahkan ke folder spam, meskipun email tersebut adalah email marketing resmi.

    Inilah alasan utama kenapa email marketing sering masuk spam jika tidak mengikuti praktik yang benar.

    Kenapa Email Marketing Sering Masuk Spam

    Ada banyak faktor yang menyebabkan email marketing sering masuk spam, dan sebagian besar terjadi tanpa disadari oleh pengirim.

    Sistem email saat ini tidak hanya melihat satu indikator, tetapi menilai keseluruhan pola pengiriman.

    Beberapa penyebab utama email marketing masuk ke folder spam antara lain:

    • Subjek email terlalu promosional
      Penggunaan kata-kata seperti gratis, promo besar, atau diskon gila-gilaan sering dianggap mencurigakan oleh spam filter.
    • Reputasi domain pengirim buruk
      Jika domain atau alamat email sering digunakan untuk pengiriman massal tanpa interaksi positif, reputasinya akan menurun.
    • Pengiriman email secara massal dan tiba-tiba
      Mengirim banyak email sekaligus, terutama dari domain baru, dapat memicu sistem keamanan email.
    • Minim interaksi dari penerima
      Email jarang dibuka, tidak pernah dibalas, atau langsung dihapus akan menurunkan tingkat kepercayaan spam filter.
    • Tidak ada izin dari penerima
      Mengirim email ke daftar yang tidak pernah memberikan persetujuan meningkatkan risiko email dianggap spam.

    Karena faktor-faktor tersebut, meskipun niatnya baik, email marketing tetap berisiko masuk spam jika tidak direncanakan dengan benar.

    Kesalahan Umum dalam Email Marketing

    Selain faktor teknis, kesalahan dalam praktik email marketing juga menjadi penyebab utama kenapa email marketing sering masuk spam. Kesalahan ini sering dianggap sepele, padahal berdampak besar.

    Beberapa kesalahan umum yang sering terjadi antara lain:

    • Menggunakan daftar email hasil beli atau scraping
      Daftar email seperti ini biasanya tidak berkualitas dan berisiko tinggi.
    • Tidak konsisten dalam pengiriman email
      Terlalu sering atau terlalu jarang mengirim email dapat memengaruhi reputasi pengirim.
    • Isi email tidak relevan dengan penerima
      Konten yang tidak sesuai kebutuhan membuat penerima mengabaikan atau menandai email sebagai spam.
    • Tidak menyediakan opsi unsubscribe
      Email tanpa pilihan berhenti berlangganan cenderung dianggap tidak etis dan berisiko masuk spam.
    • Mengirim email tanpa tujuan yang jelas
      Email yang tidak fokus dan bertele-tele menurunkan tingkat keterlibatan pembaca.

    Apabila kita menghindari kesalahan-kesalahan ini, peluang email marketing masuk ke inbox akan jauh lebih besar dan strategi email marketing bisa berjalan lebih efektif.

    Penulisan Subjek Email yang Memicu Spam Filter

    Subjek email adalah hal pertama yang dibaca oleh sistem email dan penerima. Kesalahan pada bagian ini menjadi salah satu alasan paling umum kenapa email marketing sering masuk spam.

    Beberapa hal pada subjek email yang berisiko memicu spam filter antara lain:

    • Terlalu promosional
      Penggunaan kata seperti GRATIS, PROMO BESAR, DISKON 90%, atau BURUAN sering dianggap mencurigakan.
    • Penggunaan huruf kapital berlebihan
      Subjek dengan huruf besar semua memberi kesan agresif dan tidak natural.
    • Terlalu banyak simbol dan tanda seru
      Penggunaan tanda “!!!”, simbol mata uang, atau karakter khusus secara berlebihan dapat meningkatkan risiko spam.
    • Subjek tidak sesuai dengan isi email
      Ketidaksesuaian ini menurunkan kepercayaan sistem dan penerima.

    Subjek email yang aman sebaiknya jelas, relevan, dan terdengar alami, seolah-olah dikirim secara personal, bukan massal.

    Konten Email yang Dianggap Spam

    Selain subjek, isi email juga sangat menentukan apakah email akan masuk inbox atau spam.

    Banyak kasus email marketing sering masuk spam karena konten yang dianggap terlalu agresif atau tidak natural.

    Beberapa ciri konten email yang berisiko dianggap spam antara lain:

    • Terlalu fokus menjual
      Email yang langsung menawarkan produk tanpa konteks atau nilai bagi penerima cenderung diabaikan.
    • Terlalu banyak link atau gambar
      Rasio teks dan gambar yang tidak seimbang dapat memicu spam filter.
    • Bahasa berlebihan dan menjanjikan hasil instan
      Kalimat seperti pasti untung, hasil cepat, atau tanpa risiko sering dianggap mencurigakan.
    • Format email berantakan
      Tata letak yang tidak rapi atau sulit dibaca menurunkan kualitas email.

    Konten email yang baik seharusnya memberikan nilai, relevan dengan penerima, dan disampaikan dengan bahasa yang profesional serta natural. Dengan begitu, peluang email marketing masuk ke inbox akan jauh lebih besar.

    Pengaruh Data dan Daftar Email terhadap Spam

    Kualitas data sangat berpengaruh terhadap keberhasilan email marketing.

    Salah satu alasan utama email marketing sering masuk spam adalah penggunaan daftar email yang tidak sehat atau tidak relevan.

    Beberapa hal terkait data email yang perlu diperhatikan antara lain:

    • Daftar email tanpa izin penerima
      Mengirim email ke orang yang tidak pernah mendaftar atau memberikan persetujuan meningkatkan risiko email ditandai sebagai spam.
    • Data email tidak relevan
      Mengirim email ke audiens yang tidak sesuai dengan isi pesan menurunkan tingkat keterlibatan.
    • Banyak email tidak aktif
      Alamat email yang sudah lama tidak digunakan atau jarang membuka email dapat merusak reputasi pengirim.
    • Bounce rate tinggi
      Email yang gagal terkirim secara berulang menjadi sinyal buruk bagi sistem email.

    Mengelola daftar email secara rutin, melakukan pembersihan data, dan hanya mengirim email ke audiens yang relevan akan membantu meningkatkan peluang email masuk ke inbox.

    Teknis Email Marketing yang Sering Diabaikan

    Selain konten dan data, faktor teknis juga sering menjadi penyebab email marketing sering masuk spam, terutama bagi bisnis yang baru mulai menggunakan email marketing.

    Beberapa aspek teknis yang sering diabaikan antara lain:

    • Menggunakan email gratis untuk pengiriman marketing
      Alamat email seperti @gmail.com atau @yahoo.com kurang ideal untuk pengiriman email marketing skala bisnis.
    • Tidak menggunakan autentikasi email
      Pengaturan seperti SPF, DKIM, dan DMARC membantu membuktikan bahwa email benar-benar dikirim dari domain yang sah.
    • Domain baru langsung digunakan untuk kirim massal
      Domain baru perlu pemanasan (warming up) sebelum digunakan untuk pengiriman besar.
    • Tidak konsisten dalam volume pengiriman
      Lonjakan pengiriman email secara tiba-tiba dapat memicu sistem keamanan email.

    Risiko email marketing masuk spam dapat ditekan secara signifikan dan performa kampanye email menjadi lebih stabil.

    Cara Email Marketing Agar Tidak Masuk Spam

    Setelah memahami berbagai penyebabnya, langkah selanjutnya adalah menerapkan strategi yang tepat agar email marketing tidak lagi masuk ke folder spam. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

    • Gunakan subjek email yang natural dan relevan
      Hindari kata-kata terlalu promosional dan buat subjek yang sesuai dengan isi email.
    • Kirim email hanya ke daftar yang memiliki izin
      Pastikan penerima memang mendaftar atau menyetujui untuk menerima email.
    • Fokus pada nilai, bukan sekadar jualan
      Buat konten email yang informatif, membantu, dan relevan dengan kebutuhan penerima.
    • Jaga konsistensi pengiriman
      Kirim email secara rutin dengan volume yang stabil.
    • Gunakan domain dan email bisnis yang terpercaya
      Lengkapi dengan pengaturan teknis seperti SPF, DKIM, dan DMARC.

    Melakukan cara-cara diatas maka risiko email marketing sering masuk spam dapat dikurangi dan peluang email masuk ke inbox akan meningkat.