Table of Contents
Berjuang.com | Email marketing masih menjadi salah satu strategi pemasaran digital yang efektif.
Namun, banyak pelaku bisnis menghadapi masalah yang sama, yaitu email marketing sering masuk spam meskipun isi email sudah dibuat dengan baik.
Masuk ke folder spam tentu merugikan. Email tidak dibaca, pesan tidak tersampaikan, dan peluang konversi pun hilang.
Kondisi ini sering membuat pelaku bisnis merasa email marketing tidak lagi efektif, padahal masalahnya bukan pada media email, melainkan pada cara pengiriman dan penulisan email itu sendiri.
Apa Itu Spam dan Bagaimana Cara Kerjanya
Spam adalah email yang dianggap tidak relevan, mengganggu, atau dikirim tanpa izin penerima.
Penyedia layanan email seperti Gmail, Yahoo, dan Outlook menggunakan sistem yang disebut spam filter untuk melindungi pengguna dari email semacam ini.
Spam filter bekerja dengan menganalisis berbagai faktor, antara lain:
- Reputasi pengirim (domain dan alamat email)
- Isi email, termasuk kata-kata yang terlalu promosi
- Subjek email dan format penulisannya
- Interaksi penerima, seperti apakah email sering dibuka atau diabaikan
- Cara mendapatkan daftar email, apakah melalui izin atau tidak
Jika sistem mendeteksi pola yang mencurigakan, email akan langsung diarahkan ke folder spam, meskipun email tersebut adalah email marketing resmi.
Inilah alasan utama kenapa email marketing sering masuk spam jika tidak mengikuti praktik yang benar.
Kenapa Email Marketing Sering Masuk Spam
Ada banyak faktor yang menyebabkan email marketing sering masuk spam, dan sebagian besar terjadi tanpa disadari oleh pengirim.
Sistem email saat ini tidak hanya melihat satu indikator, tetapi menilai keseluruhan pola pengiriman.
Beberapa penyebab utama email marketing masuk ke folder spam antara lain:
- Subjek email terlalu promosional
Penggunaan kata-kata seperti gratis, promo besar, atau diskon gila-gilaan sering dianggap mencurigakan oleh spam filter. - Reputasi domain pengirim buruk
Jika domain atau alamat email sering digunakan untuk pengiriman massal tanpa interaksi positif, reputasinya akan menurun. - Pengiriman email secara massal dan tiba-tiba
Mengirim banyak email sekaligus, terutama dari domain baru, dapat memicu sistem keamanan email. - Minim interaksi dari penerima
Email jarang dibuka, tidak pernah dibalas, atau langsung dihapus akan menurunkan tingkat kepercayaan spam filter. - Tidak ada izin dari penerima
Mengirim email ke daftar yang tidak pernah memberikan persetujuan meningkatkan risiko email dianggap spam.
Karena faktor-faktor tersebut, meskipun niatnya baik, email marketing tetap berisiko masuk spam jika tidak direncanakan dengan benar.
Kesalahan Umum dalam Email Marketing
Selain faktor teknis, kesalahan dalam praktik email marketing juga menjadi penyebab utama kenapa email marketing sering masuk spam. Kesalahan ini sering dianggap sepele, padahal berdampak besar.
Beberapa kesalahan umum yang sering terjadi antara lain:
- Menggunakan daftar email hasil beli atau scraping
Daftar email seperti ini biasanya tidak berkualitas dan berisiko tinggi. - Tidak konsisten dalam pengiriman email
Terlalu sering atau terlalu jarang mengirim email dapat memengaruhi reputasi pengirim. - Isi email tidak relevan dengan penerima
Konten yang tidak sesuai kebutuhan membuat penerima mengabaikan atau menandai email sebagai spam. - Tidak menyediakan opsi unsubscribe
Email tanpa pilihan berhenti berlangganan cenderung dianggap tidak etis dan berisiko masuk spam. - Mengirim email tanpa tujuan yang jelas
Email yang tidak fokus dan bertele-tele menurunkan tingkat keterlibatan pembaca.
Apabila kita menghindari kesalahan-kesalahan ini, peluang email marketing masuk ke inbox akan jauh lebih besar dan strategi email marketing bisa berjalan lebih efektif.
Penulisan Subjek Email yang Memicu Spam Filter
Subjek email adalah hal pertama yang dibaca oleh sistem email dan penerima. Kesalahan pada bagian ini menjadi salah satu alasan paling umum kenapa email marketing sering masuk spam.
Beberapa hal pada subjek email yang berisiko memicu spam filter antara lain:
- Terlalu promosional
Penggunaan kata seperti GRATIS, PROMO BESAR, DISKON 90%, atau BURUAN sering dianggap mencurigakan. - Penggunaan huruf kapital berlebihan
Subjek dengan huruf besar semua memberi kesan agresif dan tidak natural. - Terlalu banyak simbol dan tanda seru
Penggunaan tanda “!!!”, simbol mata uang, atau karakter khusus secara berlebihan dapat meningkatkan risiko spam. - Subjek tidak sesuai dengan isi email
Ketidaksesuaian ini menurunkan kepercayaan sistem dan penerima.
Subjek email yang aman sebaiknya jelas, relevan, dan terdengar alami, seolah-olah dikirim secara personal, bukan massal.
Konten Email yang Dianggap Spam
Selain subjek, isi email juga sangat menentukan apakah email akan masuk inbox atau spam.
Banyak kasus email marketing sering masuk spam karena konten yang dianggap terlalu agresif atau tidak natural.
Beberapa ciri konten email yang berisiko dianggap spam antara lain:
- Terlalu fokus menjual
Email yang langsung menawarkan produk tanpa konteks atau nilai bagi penerima cenderung diabaikan. - Terlalu banyak link atau gambar
Rasio teks dan gambar yang tidak seimbang dapat memicu spam filter. - Bahasa berlebihan dan menjanjikan hasil instan
Kalimat seperti pasti untung, hasil cepat, atau tanpa risiko sering dianggap mencurigakan. - Format email berantakan
Tata letak yang tidak rapi atau sulit dibaca menurunkan kualitas email.
Konten email yang baik seharusnya memberikan nilai, relevan dengan penerima, dan disampaikan dengan bahasa yang profesional serta natural. Dengan begitu, peluang email marketing masuk ke inbox akan jauh lebih besar.
Pengaruh Data dan Daftar Email terhadap Spam
Kualitas data sangat berpengaruh terhadap keberhasilan email marketing.
Salah satu alasan utama email marketing sering masuk spam adalah penggunaan daftar email yang tidak sehat atau tidak relevan.
Beberapa hal terkait data email yang perlu diperhatikan antara lain:
- Daftar email tanpa izin penerima
Mengirim email ke orang yang tidak pernah mendaftar atau memberikan persetujuan meningkatkan risiko email ditandai sebagai spam. - Data email tidak relevan
Mengirim email ke audiens yang tidak sesuai dengan isi pesan menurunkan tingkat keterlibatan. - Banyak email tidak aktif
Alamat email yang sudah lama tidak digunakan atau jarang membuka email dapat merusak reputasi pengirim. - Bounce rate tinggi
Email yang gagal terkirim secara berulang menjadi sinyal buruk bagi sistem email.
Mengelola daftar email secara rutin, melakukan pembersihan data, dan hanya mengirim email ke audiens yang relevan akan membantu meningkatkan peluang email masuk ke inbox.
Teknis Email Marketing yang Sering Diabaikan
Selain konten dan data, faktor teknis juga sering menjadi penyebab email marketing sering masuk spam, terutama bagi bisnis yang baru mulai menggunakan email marketing.
Beberapa aspek teknis yang sering diabaikan antara lain:
- Menggunakan email gratis untuk pengiriman marketing
Alamat email seperti @gmail.com atau @yahoo.com kurang ideal untuk pengiriman email marketing skala bisnis. - Tidak menggunakan autentikasi email
Pengaturan seperti SPF, DKIM, dan DMARC membantu membuktikan bahwa email benar-benar dikirim dari domain yang sah. - Domain baru langsung digunakan untuk kirim massal
Domain baru perlu pemanasan (warming up) sebelum digunakan untuk pengiriman besar. - Tidak konsisten dalam volume pengiriman
Lonjakan pengiriman email secara tiba-tiba dapat memicu sistem keamanan email.
Risiko email marketing masuk spam dapat ditekan secara signifikan dan performa kampanye email menjadi lebih stabil.
Cara Email Marketing Agar Tidak Masuk Spam
Setelah memahami berbagai penyebabnya, langkah selanjutnya adalah menerapkan strategi yang tepat agar email marketing tidak lagi masuk ke folder spam. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
- Gunakan subjek email yang natural dan relevan
Hindari kata-kata terlalu promosional dan buat subjek yang sesuai dengan isi email. - Kirim email hanya ke daftar yang memiliki izin
Pastikan penerima memang mendaftar atau menyetujui untuk menerima email. - Fokus pada nilai, bukan sekadar jualan
Buat konten email yang informatif, membantu, dan relevan dengan kebutuhan penerima. - Jaga konsistensi pengiriman
Kirim email secara rutin dengan volume yang stabil. - Gunakan domain dan email bisnis yang terpercaya
Lengkapi dengan pengaturan teknis seperti SPF, DKIM, dan DMARC.
Melakukan cara-cara diatas maka risiko email marketing sering masuk spam dapat dikurangi dan peluang email masuk ke inbox akan meningkat.

